Design thinking menawarkan disiplin untuk mencegah kekeliruan itu. Ia bukan resep ajaib yang menjamin produk sukses melainkan cara berpikir yang memaksa perancang bertanya lebih dahulu sebelum membangun, memahami lebih dahulu sebelum memutuskan. Buku ini disusun untuk menjembatani disiplin tersebut dengan dunia rekayasa perangkat lunak secara utuh, dari riset pengguna yang paling awal hingga baris kode, arsitektur sistem, dan tata kelola platform digital yang paling akhir. Jembatan ini sering hilang dalam literatur yang tersedia karena buku desain cenderung berhenti pada prototipe, sedangkan buku rekayasa perangkat lunak cenderung memulai dari kebutuhan yang sudah dianggap selesai dirumuskan.